Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), BPSDMP Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Obrolan Ekspor dengan tema "Peluang Cuan Ekspor Arang ke Timur Tengah" yang berlangsung secara daring di Jakarta, Kamis (13 Agustus).
Acara tersebut dibuka Kepala PPEJP, Abu Amar dan dipandu host dari PPEJP, Nevy Dwi Kusumawati dengan narasumber Owner CV. Nusagri, Maulana Rausyan Fikri.
Kepala PPEJP menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan produk arang, khususnya briket dan arang tempurung kelapa. Berdasarkan data Trademap tahun 2025, Indonesia menjadi eksportir arang terbesar dunia yang menguasai seperempat pangsa pasar ekspor global, diikuti Filipina dan Tiongkok. Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pasar potensial bagi Indonesia. Arab Saudi, Irak, Lebanon, dan Turki menjadi negara tujuan ekspor terbesar arang Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa arang Indonesia telah memiliki basis permintaan yang kuat di Timur Tengah dan dapat terus meningkat seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata, restoran, dan hospitality di kawasan tersebut.
Kepala PPEJP juga menyoroti sejumlah tantangan, antara lain persaingan dengan negara eksportir arang lainnya seperti Tiongkok, Vietnam, Nigeria, dan Malaysia; kemampuan menjaga konsistensi kualitas produk dan kontinuitas bahan baku; pemenuhan spesifikasi dan persyaratan buyer di negara tujuan; serta dinamika geopolitik di Timur Tengah yang dapat menimbulkan ketidakpastian.
Maulana Rausyan Fikri membahas peluang bisnis dan ekspor arang Indonesia ke Timur Tengah, karakteristik produk yang diminati buyer, strategi mendapatkan buyer, serta pengalaman dan tantangan dalam menjalankan bisnis ekspor arang.
Tayangan Obrolan Ekspor dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube PPEJP Kemendag pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=35CPdt_AKhA.