Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), BPSDMP Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan BRI Research Institute, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyelenggarakan Pelatihan Bagaimana Memulai Ekspor yang berlangsung di Kantor PPEJP, Selasa (2 Juni).
Kepala PPEJP, Abu Amar hadir dan menyampaikan bahwa daya saing dan keunikan produk UMKM Indonesia sebenarnya sudah sangat siap diuji di kancah global. Namun, pelaku usaha masih kerap menghadapi kendala administratif dan teknis.
Kepala PPEJP menekankan bahwa yang diperlukan saat ini adalah jembatan pengetahuan mengenai regulasi, standarisasi, dan strategi menembus pasar dunia. Ekspor itu tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan mengerti aturannya, dan konsisten menjaga kualitas, kuantitas, serta kapasitas produksi.
Team Leader CSR PT BRI, Agusman Muhammad Latif mengatakan bahwa sinergi strategis antara pemerintah dan sektor perbankan ini bertujuan untuk membina serta memfasilitasi UMKM agar tidak hanya berstatus bankable, tetapi juga ready to export (siap ekspor).
Pelatihan ini berlangsung 2—4 Juni 2026 dan dihadiri 30 (tiga puluh) pelaku UMKM binaan BRI Research Institute.
Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi serta diharapkan para peserta dapat terus meningkatkan kualitas produk, menyesuaikan label, dan kemasan sesuai selera pasar tujuan, serta aktif berpromosi.
Dalam kesempatan yang sama, diselenggarakan juga Pelatihan Manajemen Ekspor Impor dengan Simulasi.
Kepala PPEJP menegaskan bahwa di tengah situasi yang fluktuatif ini, pelaku usaha dituntut untuk jeli melihat peluang pasar alternatif serta cepat dan tepat dalam mengambil keputusan bisnis.
Pelatihan ini berlangsung 2—11 Juni 2026 diikuti oleh 30 peserta dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pemilik bisnis yang ingin memperluas jangkauan pasar, perwakilan perusahaan yang memperdalam kompetensi, hingga individu yang siap merintis karier di sektor perdagangan internasional.
Di Semarang, PPEJP bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Ekspor bagi Pelaku Usaha Desa.
Kepala Disperindag Prov. Jateng yang diwakili Nur Rahmi Saadah dalam sambutannya menekankan bahwa komoditas desa di Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat besar untuk menembus pasar internasional.
Pelatihan tersebut berlangsung 2—4 Juni 2026 dan diikuti oleh 30 pelaku UMKM dari berbagai desa di wilayah Jawa Tengah.
Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi program Desa BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor. Program kolaboratif ini sebelumnya telah diluncurkan Menteri Perdagangan pada 9 September 2025 di Jembrana, Bali, guna mensinergikan peran pemerintah dan swasta dalam menjadikan desa sebagai motor baru penggerak ekspor Indonesia.