Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), BPSDMP Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Export Coaching Program (ECP) Tahapan Pendampingan Market Development Wilayah Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Kepala PPEJP, Abu Amar dalam sambutannya menegaskan bahwa DKI Jakarta memegang peranan krusial sebagai tulang punggung ekspor non-migas nasional.
Kepala PPEJP menambahkan, para peserta yang berhasil masuk ke tahap ini merupakan para pelaku usaha yang telah lolos melalui proses kurasi dan verifikasi yang sangat selektif. Untuk itu, para peserta diimbau agar menjaga komitmen dan konsistensi hingga akhir program.
ECP wilayah Jakarta merupakan kerja sama PPEJP dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah DKI Jakarta dan Dinas PPKUKM DKI Jakarta.
Acara tersebut berlangsung 18—20 Mei 2026 dan diikuti 30 (tiga puluh) pelaku UMKM Provinsi DKI Jakarta.
Dalam kesempatan berbeda, PPEJP bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur menggelar ECP tahap Pendampingan Market Development wilayah Jawa Timur di Surabaya.
Ketua Tim Promosi dan Kerja Sama PPEJP, Sutyaningsih dalam arahannya mengatakan bahwa tahapan ini bertujuan agar para pelaku UMKM dapat menggali informasi tentang peluang pasar dan mengambil pelajaran dari kegiatan pra business matching, peta persaingan produk dan kompetitor, serta potensi pasar sehingga dapat melakukan strategi yang tepat.
Acara tersebut berlangsung 19—21 Mei 2026 dan diikuti 30 (tiga puluh) pelaku UMKM Provinsi Jawa Timur.
ECP tahapan Pendampingan Market Development wilayah Jawa Barat berlangsung di Bandung dan merupakan kerja sama PPEJP dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.
Kepala PPEJP dalam arahannya menyampaikan bahwa PPEJP berkomitmen penuh untuk terus menjadi jembatan bagi para pelaku usaha. Para peserta diimbau untuk menjadi pembelajar yang agresif, aktif berkonsultasi dengan para fasilitator, serta konsisten menjaga komitmen hingga seluruh tahapan program berakhir.
Turut hadir Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Jawa Barat, Mochamad Lukmanul Hakim yang menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengawal langkah para pelaku usaha lokal dari hulu hingga ke hilir agar mampu menembus pasar internasional.
Acara tersebut berlangsung 20—22 Mei 2026 dan diikuti 30 (tiga puluh) pelaku UMKM Provinsi Jawa Barat.
Kementerian Perdagangan melalui PPEJP akan terus memberikan program dan fasilitasi kepada para pelaku UMKM agar dapat menembus pasar ekspor melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan ekspor yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai instansi, K/L, BUMN, pemangku kepentingan dan pemerintah daerah termasuk dukungan dari 46 perwakilan perdagangan di 31 negara.